Mutiara Kata:

"Dan tuntutlah dengan harta kekayaan yang telah dikurniakan Allah kepadamu akan pahala dan kebahagiaan hari akhirat dan janganlah engkau melupakan bahagianmu dari dunia dan berbuat baiklah sebagaimana Allah berbuat baik kepadamu dan janganlah engkau melakukan kerosakan di muka bumi sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang berbuat kerosakan." (QS Al-Qasas: 77)


17 April 2010

MINYAK ZAITUN MENURUT AL-QURAN & HADIS


Rasulullah SAW pernah bersabda: Sesungguhnya Allah Ta’ala menurunkan penyakit dan ubatnya, dan menjadikan setiap penyakit pasti ada ubatnya. Maka berubatlah kalian, tapi jangan dengan yang haram.” (HR Abu Dawud) Berdasarkan hadis ini, maka tidak hairanlah mengapa para alim ulama lebih cenderung kepada makanan-makanan sunnah untuk mengubati penyakit-penyakit manusia berbanding ubat-ubat moden yang kandungannya diragui (syubhah).

Salah satu makanan sunnah yang banyak diamalkan ialah minyak zaitun. Sejak 1400 tahun lalu, Nabi Muhammad SAW telah menganjurkan penggunaan minyak zaitun, kerana khasiatnya yang amat besar, dikeluarkan dari pohon zaitun yang diberkati.


Firman Allah SWT: “Allah cahaya langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkah, yakni pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur dan tidak pula di sebelah baratnya, yang minyaknya hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya berlapis-lapis, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS An-Nur: 35)

Firman Allah SWT: Dan dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan. Maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-An’am: 99)

Firman Allah SWT: Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (An-Nahl:11)

Diriwayatkan oleh Ibnu Umar r.a., Rasulullah SAW pernah bersabda: "Minumlah minyak zaitun dan berminyak dengannya kerana sesungguhnya ia adalah dari pohon yang diberkati." (HR Al-Baihaqi & Ibnu Majah). Di dalam riwayat lain menjelaskan bahawa Rasulullah SAW pernah bersabda: "Barangsiap menggosok (badannya) dengan minyak zaitun, syaitan tidak akan mendekatinya."

Pohon zaitun tumbuh di puncak bukit. Ia mendapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit mahupun sewaktu matahari terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik. Jika diminum, ianya bermanfaat untuk menguatkan daya ingatan, menguatkan hempedu, mencegah masalah pencernaan, mengubati penyakit buasir dan impotensi, membantu masalah haid, menghilangkan racun dalam tubuh, mencegah pertumbuhan sel-sel kanser, menurunkan kadar gula dan kolesterol, mencegah penyakit kencing manis serta bermacam-macam khasiat lagi untuk kesihatan manusia.

Jika disapukan, ianya bermanfaat untuk menghilangkan kedutan pada wajah, melindungi dari bakteria, mencegah keguguran rambut, menghilangkan penyakit kulit, menghaluskan serta melembabkan kulit, melambatkan proses penuaan dan menjaga kebersihan kulit kepala.

Rasulullah SAW adalah suri teladan terbaik bagi umat Islam. Teladan yang ditunjukkan oleh Baginda mencakupi semua aspek kehidupan, termasuklah dalam memelihara kesihatan serta merawat penyakit.

Allah SWT berfirman: Sesungguhnya telah ada pada Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (QS Al-Ahzab: 21)

Wallahua’lam.

1 ulasan: